Mahasiswi Politeknik META Industri Cikarang Memenangkan Juara Pertama Lomba Poster Pemuda Anti Narkoba 2021 di Universitas Katolik Parahyangan Bandung

Senin (11/10), Kompetisi Pemuda Anti Narkoba (PANAR) 2021 yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan Bandung beserta Badan Narkotika Nasional telah diumumkan hasilnya. Dalam kegiatan pengumuman yang dilaksanakan bersamaan dengan Webinar Nasional Pemuda Anti Narkoba ini, Politeknik META Industri Cikarang memperoleh prestasi tertinggi yaitu Juara Pertama dalam Lomba Poster dengan tema Generasi Cerdas Anti Narkoba. Prestasi ini di raih oleh mahasiswa dari program studi D3 Farmasi atas nama Vianica Fisishella yang merupakan mahasiswa angkatan 2019. Di posisi kedua dan ketiga diraih oleh mahasiswa perwakilan dari Universitas Pamulang dan Universitas Maranatha. Vianica berhasil mengalahkan ratusan peserta dalam kompetisi yang sama. Lomba Poster ini diikuti oleh mahasiswa setingkat D3/D4/S1 dari seluruh Indonesia. Lalu selain Vianica, ada pula beberapa mahasiswa Politeknik META Industri yang turut serta mengikuti kegiatan kompetisi ini secara bersamaan.

Ditemui di waktu yang berbeda, Vianica menceritakan awal mula tertarik mengikuti kompetisi ini. “Awal mula mengikuti lomba poster yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan Bandung, karena di share oleh Bu Tisa di grup Angkatan 2019 mengenai pamflet lomba esay dan poster. Kemudian saya tertarik mengikuti lomba poster. Teman-teman saya juga menyarankan untuk mengikuti lomba tersebut.” Jelas Vianica. Pengerjaan poster ini Vianica dibimbing juga oleh Ibu Elsa Marliana, S.Farm., M.Farm. selaku dosen program studi D3 Farmasi Politeknik META Industri. Dalam pengerjaan desain poster ini, Vianica mengaku mengerjakan hanya dalam waktu 3 hari, “Untuk membuat poster tersebut tidak membutuhkan waktu lama. 1 mencari referensi, 1 hari membuat desain, dan 1 hari bimbingan. Jadi sekitar 3 hari untuk final pembuatan desain posternya.” Ungkap mahasiswa sedang memasuki tahun terakhir perkuliahan ini. Ibu Elsa Marliana, S.Farm., M.Farm. selalu dosen pembimbing Vianica dalam lomba ini mengungkapkan tidak terkejut jika memang Vianica memenangkan lomba ini, “Saya tidak terlalu terkejut, karena Vianica selama bimbingan menunjukkan performa yang baik. Dia (Vianica) rajin, kreatif dan geraknya cepat sekali. Saya bangga membimbing dia dalam lomba ini.”

Dalam desain yang dibuat, Vianica memberikan beberapa komponen terkait ajakan untuk anak muda menjauhi narkoba sebagai poin utamanya. “Karya ini dibuat dengan tujuan untuk mengingatkan kita semua bahwa generasi milenial harus bebas dari narkoba. Karena generasi milenial merupakan penerus bangsa yang seharusnya memberikan dampak positif bagi lingkungannya. Dalam poster ini saya menjelaskan pengertian awal dari narkoba, dan memberikan font bewarna merah untuk memperjelas bahwa narkoba dilarang untuk dijual untuk umum karena dapat memabukan. Kemudian saya juga mencari berita terbaru tentang pengguna narkoba di Indonesia dan sasaran kelompoknya dari hasil survey BNN dan LIPI 2019. Pada poster tersebut saya memberikan jenis contoh narkoba yang terpopuler di Indonesia. Adapun dampak penyalahgunaan narkoba yang saya buat dengan menekankan pada gambar, agar para penyalangunaan narkoba tau bahwa dampaknya begitu banyak dan merugikan diri sendiri. Selain itu saya juga menjelaskan tips dalam mencegah narkoba, yaitu cegah narkoba dengan capai cita. Dan yang terakhir saya juga memberikan sedikit quotes “jauhi narkoba, capai cita! Karena kesuksesan masa depanmu bukan dengan narkoba. Disamping penjelasan itu saya memberikan gambar dan simbol-simbol yang sesuai dengan penjelasan yang saya cantumkan pada poster.” Jelas Vianica kepada tim M&H.

Vianica menceritakan bahwa dirinya sempat tidak percaya bisa memenangkan lomba ini karena baru pertama kali mengikuti lomba poster sejenis ini. “Sebelumnya saya belum memiliki pengalaman dari lomba poster. Ini adalah pertama kali saya mengikuti lomba poster. Dan Alhamdulillah bisa menjadi pemenang juara 1. Awalnya juga sempat ragu karena sudah pasti banyak yang jauh lebih pengalaman dalam mengikuti lomba poster. Tetapi banyak yang mendukung saya untuk mengikuti lomba tersebut. Dan saya juga tidak menyangka bisa menang, karena memang banyak yang karyanya jauh lebih bagus dari saya. Pengalaman dalam membuat desain di canva mungkin karena saya sudah terbiasa membuat konten feed di Instagram IMMI dan sudah biasa membuat desain di canva jadi terbiasa dalam menggunakan aplikasi tersebut dan mempermudah saya dalam membuat karya poster yang saya lombakan. Mungkin karena saya memiliki hobi dan tertarik dengan membuat suatu desain yang kreatif.” Ungkap Vianica. Keraguan dari vianica dikarenakan pengalaman yang belum banyak dikuatkan dengan inspirasi yang melatarbelakangi Vianica dalam mengikuti perlombaan ini. “Jadi inspirasi saya dalam mengikuti lomba tersebut karena saya ingin mencoba pengalaman baru dan mengasah kemampuan saya dalam membuat suatu karya poster. Oleh karena itu saya tertarik mengikuti lomba ini, dan berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuan saya.” Jelas Vianica.

Dalam kesempatan ini pun Vianica mengungkapkan motivasi kepada mahasiswa Politeknik META Industri yang lain agar menjadikan waktu luang ditengah pandemi sebagai momen untuk terus berkarya, “Motivasi dari saya untuk semua mahasiswa, karena sekarang sedang pandemi jadi lebih banyak waktu dirumah, jadikan waktu luang sebagai waktu untuk kalian berkarya.  Dan jangan takut dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat atau melakukan hobi yang kalian sukai. Jika ada kesempatan dalam menuangkan hobi kalian seperti ajang perlombaan atau event lainnya. Jangan takut untuk mengikutinya dan jangan ragu untuk menampilkan karya kalian dalam suatu event apapun. Karena setiap usaha yang kalian lakukan tidak akan pernah mengkhianati hasil yang akan kalian peroleh. Jadi tetap semangat semuanya, Jadilah generasi muda yang kreatif dan inovatif.” Ucap Vianica dengan semangat. Dengan prestasi yang di raih oleh Vianica ini, Politeknik META Industri berharap dapat dijadikan motivasi mahasiswa lain untuk semangat meraih prestasi di tengah pandemi. Jangan jadikan pandemi sebagai halangan yang menjadikan kita pasif dalam menuntut ilmu dan meraih prestasi. Jadikan Pandemi sebagai motor penggerak semangat kalian dalam mencapai cita-cita yang setinggi langit. (Adian Wihariono Putera – M&H / Oktober 2021)